Mitos Seputar Anak Jurusan Hukum

 #MYTHORFACT
"Jadi Reader & Tetap Kritis"

Ilustrasi hukum - Photo by merdeka.com

Jurusan Ilmu Hukum merupakan salah satu jurusan dengan minat yang cukup tinggi. Ilmu ini merupakan rumpun ilmu yang kompleks dan mempelajari semua aspek yang berhubungan dengan hukum. Bersamaan dengan tingginya minat calon mahasiswa, banyak pula mitos-mitos yang beredar dan seringkali menimbulkan keraguan kepada masyarakat. Nah sebelum termakan dan berubah pikiran, yuk cek apa saja pernyataan yang tidak seharusnya kamu percaya mengenai jurusan hukum!

1. Harus Hafal Semua Pasal di Undang-Undang

Ilustrasi Menghafal - Photo by sehatq.com

Hal ini tidak sepenuhnya tepat karena faktanya dalam dunia perkuliahan di jurusan hukum ada beberapa pasal yang akan sering ditemui dan sering digunakan dalam pengerjaan tugas, materi, dan lainnya. Secara tidak langsung mahasiswa akan menghafalnya diluar kepala karena sering dipakai. Tepatnya anak hukum perlu memahami sejarah, filosofi, dan dasar-dasar dibuatnya peraturan tersebut. Memahami berbeda dengan sekadar menghafal.

2. Peluang Kerja : "Ya Kalau Bukan Pengacara Palingan Notaris"

Ilustrasi notaris - Photo by lawyer-monthly.com

Kata siapa? Lulus sebagai seorang sarjana hukum tidak mempersempit peluang untuk mendapatkan kerja sama sekali. Tidak melulu menjadi pengacara atau notaris kok. Selain itu kamu bisa menjadi seorang penulis, dosen, jurnalis, bahkan masuk ke dunia entertainment pun bukan hal yang mustahil. Ada usaha, ada jalan.

3. Wajib Mahir Berbicara di Depan Umum

Ilustrasi bicara depan umum - Photo by incimages.com

Kurang setuju sih sama yang satu ini. Lebih tepatnya, saat masuk ke jurusan ini secara sadar atau tidak setiap mahasiswanya memerlukan hal ini karena dalam mengutarakan pendapat dan berinteraksi bukan hanya melalui tulisan tapi juga lisan. Tapi bukan berarti kamu harus pro dulu baru bisa masuk hukum. Sejalan dengan mempelajari ilmu hukum kamu juga akan mempelajari public speaking kok. Semangat!

4. Masuk Hukum, Bebas dari Pelajaran Hitung-Hitungan

Ilustrasi perhitungan - Photo by ShutterStock

No, No, No. Walaupun kelihatannya mempelajari ilmu hukum cenderung merupakan teori dan hafalan, nyatanya masih ada urusan hitung-menghitung lho. Apaan tuh yang dihitung? Contohnya nanti kamu akan diminta menghitung pembagian warisan, urusan jual-beli, perhitungan harta gono-gini, dan lainnya. Itu semua kan masih sekeluarga sama matematika tapi ga sampai ngitung yang kayak trigonometri kok wkwk.

Masih ada ga mitos-mitos seputar jurusan ilmu hukum yang sering kamu dengar? Kasih tau dong!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama